Senin, 17 September 2012

KEBUTUHAN MOBILITAS DAN IMOBILITAS MOBILITAS


Merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah, teratur dengan tujuan memenuhi kebutuhan aktifitas guna mempertahankan kesehatannya.

Jenis-jenis Mobilitas
- Mobilitas Penuh merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi sosial dan peran sehari-hari.
Mobilitas Sebagian merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan jelas dan tak mampu bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan syaraf motorik dan sensorik.
Mobilitas Sebagian Temporer merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya sementara. Kemungkinan disebabkan oleh trauma pada muskuloskeletal, Contoh: adanya dislokasi sendi dan tulang.
- Mobilitas Sebagian Permanen merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya menetap. Hal tersebut disebabkan rusaknya sistem syaraf yang reversibel, contoh: hemiplegia akibat stroke, paraplegi karena cedera tulang belakang.
Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas

A. Gaya Hidup. Perubahan gaya hidup dapat mempengaruhi kemampuan mobilitas seseorang karena gaya hidup berdampak pada perilaku atau kebiasaan sehari-hari.
B. Proses Penyakit/cedera. Proses penyakit dapat mempengaruhi kemampuan mobilitas karena dapat mempengaruhi fungsi sistem tubuh. Sebagai contoh, orang yang menderita fraktur femur akan mengalami keterbatasan pergerakan dalam ekstremitas bagian bawah.
1
C. Kebudayaan. Kemampuan melakukan mobilitas dapat juga dipengaruhi kebudayaan.contoh, orang yang memiliki budaya sering berjalan jauh, memiliki kemampuan mobilitas yang kuat dibandingkan dengan orang yang karena adat budaya tertentu dibatasi aktifitasnya.
D. Tingkat Energi. Energi adalah sumber untuk melakukan mobilitas. Agar seseorang dapat melakukan mobilitas yang baik dibutuhkan energi yang cukup.
E. Usia dan Status Perkembangan. Terdapatperbedaan kemampuan mobilitas pada tingkat usia yang berbeda.
Konsep Dasar Mobilitas
Mobilitas adl kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas, mudah, teratur dan mempunyai tujuan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup sehat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas antara lain :
1. Gaya hidup
• Belajar tentang nilai dari aktifitas lingkungan keluarga & lingkungan di luar rumah
• Pengaruh faktor budaya terhadap aktifitas
2. Ketidakmampuan
Kelemahan fisik & mental yg menghalangi seseorang untuk melaksanakan aktifitas kehidupan. ketidakmampuan dibagi atas 2 yaitu ketidakmampuan primer dan sekunder.
3. Tingkat energi
Pada tiap individu bervariasi tingkat energinya.
4. Usia
Usia mempengaruhi tingkat aktifitas dikaitkan dengan tingkat perkembangan dari sejak lahir sampai dengan usia lanjut.

IMOBILITAS

Pengertian IMobilitas
Keadaan dimana individu tidak dapat bergerak dengan bebas karena kondisi yang mengganggu pergerakan.

Jenis Imobilitas
A. Fisik, pembatasan pergerakan secara fisik dengan tujuan mencegah terjadinya gangguan komplikasi pergerakan, ex: pasien hemiplegi, fraktur.
B. Intelektual, merupakan keadaan ketika seseorang mengalami keterbatasan daya pikir, seperti pada pasien yang mengalami kerusakan otak akibat suatu penyakit.
2
C. Emosional, keadaan ketika seseorang mengalami pembatasan secara emosional karena adanya perubahan secara tiba-tiba dalam menyesuaikan diri, stres berat karena adanya bedah amputasi.
D. Sosial, keadaan individu yang mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial karena keadaan penyakitnya sehingga mempengaruhi perannya dalam kehidupan sosial.


Perubahan Sistem Tubuh Akibat Imobilitas
- Perubahan Metabolisme
- Penurunan kecepatan metabolisme dalam tubuh ( BMR )
- Kekurangan energi untuk perbaikan sel
- Mempengaruhi gangguan oksigenasi sel
- Ketidakseimbangan Cairan Elektrolit
- Persediaan protein menurun dan konsentrasi prosein serum berkurang
- Berkurangnya perpindahan cairan dari intravaskuler ke interstisial menyebabkan udema,sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
- Gangguan Perubahan zat gizi
- Disebabkan input protein dan kalori menurun
- Pengubahan zat-zat makanan pada tingkat sel menurun.
- Gangguan Fungsi
gatrointestinal
- Imobilitas dapat menurunkan hasil makanan yang dicerna sehingga timbul keluhan kembung, mual, dan nyeri lambung yang dapat menyebabkan gangguan eliminasi.
- Perubahan sistem pernapasan
- Kadar Hb menurun menyebabkan penurunan aliran oksigen ke
G alveoli jaringan menurun, sehinga mengakibatkan anemia.
- Ekspansi
G paru menurun, Terjadi kelemahan otot yang dapat menyebabkan proses metabolisme terganggu
- Perubahan Kardiovaskuler
- Hipotensi ortostatik, kemampuan syaraf otonom yang menurun. Pada posisi tetap dan lama reflek neovaskuler akan menurun menyebabkan vasokonstriksi, kemudian darah terkumpul pada vena bagian bawah sehingga darah ke sistem sirkulasi pusat terhambat, sehingga jantung akan meningkatkan kerjanya
- Perubahan sistem Muskuloskeletal
- Gangguan muskuler, massa otot
G menurun, kekuatan otot menurun, atropi massa otot
- Gangguan skeletal, mudah terjadinya kontraktur sendi dan osteoporosis.
3
- Perubahan sistem Integumen, Penurunan elastisitas kulit karena penurunan sirkulasi darah, terjadi iskemia serta nekrosis pada jaringan superficial dengan adanya luka dekubitus sebagai akibat tekanan kulit yang kuat dan sirkulasi menurun ke jaringan.
- Perubahan Eliminasi, penurunan jumlah urine yang mungkin disebabkan oleh kurangnya asupan dan penurunan curah jantung sehingga aliran darah renal dan urine berkurang.
- Perubahan Perilaku, timbulnya rasa bermusuhan, bingung, cemas, emosional tinggi, depresi, perubahan siklus tidur, menurunnya koping mekanisme, penurunan motifasi belajar.

Konsep Dasar Tentang Imobilitas
Imobilitas merupakan manifestasi klinis akibat adanya gangguan anatomi dan fisiologi yang menimbulkan keterbatasan dalam melakukan pergerakan seperti berjalan, duduk dan bangun dari tempat tidur.
3 Alasan dari Imobilitas :
1. Pembatasan gerak yang sifatnya terapeutik
2. Pembatasan yang tidak dapat dihindari karena ketidakmampuan primer
3. Pembatasan secara otomatis sampai dengan gaya hidup


Tingkat Imobilitas
 Bervariasi
Komplit : pada pasien tidak sadar
a.       Parsal : pada pasien fraktur kaki
b.      Pembatasan aktifitas karena alasan kesehatan; klien sesak nafas tidak boleh naik tangga.
 Bedres
a.       Bedrest Total : Klien tidak boleh bergerak dari tempat tidur & tidak boleh pergi ke kamar mandi atau duduk di kursi.
b.      Bedrest : Klien istirahat di tempat tidur kecuali ketika ia pergi kemar mandi



PERUBAHAN FISIOLOGI DAN PSIKOSOSIAL AKIBAT MOBILISASI DAN IMOBILISASI
1.      Perubahan Fisiologi
 MobilisasiØ
Mengacu pada terbentuknya system integument, kardiovaskuler, respirasi, pencernaan,perkemihan,muskuluskeletal, dan neurosensoris kearah yang lebih baik atau normal.
 Imobilisasi
Ø
1. Sistem Integument
Kerusakan intergritas kulit seperti abrasi dan dekubitus.
2. Sistem kardiovaskuler
a.       Penurunan Kardiak Reserve
b.      Peningkatan Beban Kerja Jantung
c.       Hipotensi Ortostatik
d.       Phlebotrombosis
3. Sistem respirasia.              
a.Penurunan kapasitas vital
b.penurunan ventilasi volunteer maksimal
c.Penurunan ventilasi atau perfusi setempat
d.Mekanisme batuk yang menurun

4. Sistem pencernaan

a.Anoreksia
b.Metabolisme (kecepatan metabolisme, metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein)
5. Sistem perkemihan
Menyebabkan perubahan pada eliminasi urin.

6. Sistem musculoskeletal
 Menyebabkan penurunan massa otot.

7. Sistem neurosensoris
menyebabkan kerusakan jaringan dan menimbulkan gangguan saraf.


5
2. Perubahan psikososial
A. Mobilisasi
Menyebabkan emosional intelektual, sensori, dan sosiokultural ke arah yang lebih baik atau normal


B.  Imobilisasi
a. Depresi
b. Perubahan Tingkah Laku
c.  Perubahan Siklus Bangun Tidur
d. Penurunan Kemampuan Pemecahan Masalah


Kesimpulan
Kebebasan rentang gerak saat beraktifitas atau yang dikenal dengan mobilitas dalam kehidupan ini sangat mempengaruhi individu dalam melangsungkan hidupnya. Selain itu mobilitas sangat mempengaruhi kesehatan individu,sehingga apa bila terjadi masalah dengan mobilitas seorang individu akan mengakibatkan adanya keterbatasan rentang gerak yang disebut dengan imobilitas. Jika terjadi imobilitas pada seorang individu maka akan mengakibatkan perubahan kesimbangan tubuh individu,perubahan prilaku dan lain sebagainya.

  Saran
Adapun saran dari penulis adalah mengingat pentingnya mobilitas bagi kita, maka kita harus menjaga agar setiap aktifitas yang kita lakukan tidak membahayakan alat gerak yang dapat mengakibatkan imobilitas.

2 komentar:

Rahmi Imanda mengatakan...

artikel yang menarik, kami juga punya artikel tentang 'gangguan otot skeletal' silahkan buka link ini
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/3402/1/Gangguan%20Fisik%20Mahasiswa%20Selama%20Bekerja%20dengan%20Komputer%20(Studi%20Kasus%20Mahasiswa%20Gunadarma).pdf
semoga bermanfaat ya

Adi Site's mengatakan...

Oke Makasih... memperbanyak link.. banyak kawan.. Buka juga artikel Lainnya

Pilihan Bahasa


English French German Spain Italian

DutchRussian Portuguese Japanese Korean

Ayat Pilihan

Pengikut