Sabtu, 27 April 2013

Konsep Dasar Kesehatan


Dalam mempelajari konsep dasar  kesehatan juga perlu diketahui ruang lingkup pembelajaran, yaitu hal-hal apa saja yang dipelajari dalam konsep dasar  kesehatan tersebut. Beberapa diantarnya yaitu konsep dasar kedokteran baik itu faktor sosial dalam etimologi, prevalensi, prefesi kedokteran. serta mengenai hubungan dokter dengan masyarakat, perilaku kesehatan masyarakat, pengaruh norma sosial terhadap kesehatan, serta tentang interaksi antar petugas kesehatan dan antara petugas kesehatan dengan masyarakat. Konsep dasar  kesehatan dikatakan sebagai ilmu karena memang memiliki sifat- sifat keilmuan diantaranya:
a.       Bersifat empiris artinya konsep dasar kesehatan mempelajari apa yang benar-benar terjadi di masyarakat dan apa yang dipelajari dapat dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Bersifat teoritis artinya konsep dasar kesehatan menggunakan teori-teori dalam pembelajarannya dimana teori tersebut dikemukakan oleh para ahli yang berdasarkan pada apa yang tarjadi di masyarakat.
c.       Bersifai komulatif artinya ilmu konsep dasar kesehatan yang sekarang dipelajari  tidak lain adalah pengembangan dari ilmu dasar kesehatan yang telah ada .
d.      Tidak bersifat menilai artinya ilmu sosiologi kesehatan tidak dapat membenarkan dan menyalahkan tindakan atau perilaku individu/kelompok masyarakat karena tiap daerah memiliki norma tersendiri sehingga apa yang danggap salah di satu daerah bisa dianggap benar di daerah lain, begitu sebaliknya.

      Perkembangan konsep dasar  kesehatan dimulai sejak manusia itu sadar bahwa kesehatan tidak hanya sebatas fisik, melainkan juga mental serta kondisi sosial seseorang. Maka dari itu muncullah apa yang disebut dengan konsep dasar kesehatan untuk mengenlkan pentingnya kesehatan untuk masyarakat.

Aspek Sosial Budaya serta Hubungannya dengan Ekologi
            Berangkat dari sini, masalah sosial pun seringkali tak dapat dielakan. Terkadang menuai konflik dan problematika lainnya. Mulai dari masalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya, agama, dan politik kerap menjadi masalah sosial yang harus dihadapi bersama.
    Pemerintah lewat Dinas Sosial, tentu tidak akan mampu menyelesaikan masalah ini sendiri. Maka dari itu, peran para pekerja sosial yang ikhlas membantu menyelesaikan masalah saudara-saudaranya di lapangan masih sangatlah dibutuhkan. Keberadaannya merupakan ujung tombak pemerintah. Apalagi kita tahu, bahwa masalah pendidikan, bencana, kesehatan, kelaparan, konflik budaya dan agama, dan masalah yang berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat di Indonesia, dari hari ke hari kian marak saja. Kajian-kajian mengenai konsep dasar  kesehatan dapat berupa masalah- masalah yang dialami objek sosiologi, baik itu masyarakat, ataupun komunitas. Agar dapat memahami dan menganalisa mesalah-masalah tersebut maka diperlukan berbagai pendekatan baik itu pendekatan emik yang hanya berdasarkan pada sudut pandang si pelaku ataupun menggunakan pendekatan etik yang berdasarkan pandangan serta pendapat dari pera ahli kemudian membandingkannya dengan kebudayaan dari daerah lain.
   Agar dapat memahami bagaimana sistem sosial yang berkembang di masyarakat, maka perlu pemahaman mengenai apa yang dipakai acuan oleh masyarakat dalan bertindak dan bertingkah laku baik itu kepercayaan, nilai, norma, ataupun kelompok acuan dalam masyarakat itu senduri. Kerena acuan tersebut tidak dalam bentuk tertulis maka sifatnya adalah dinamis dalam artian norma, ataupun nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, yang tentunya juga mempengaruhi kebudayaan serta perilaku individu / kelompok masyarakat. Perubahan tersebut dapat terjadi kerena pengaruh dari budaya luar yang ketika bertemu dengan kebudayaan daerah mengalami berbagai bentuk proses apakah itu difusi, akulturasi, asimilasi, maupun konformitas.

      a.   Aspek-Aspek Sosial Budaya
1)      Masyarakat
                  Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya tidak bisa hidup sendiri sehingga membentuk kesatuan > masyarakat.
                  Menurut Koentjaraningrat, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi         sesuai dengan sistem adat istiadat tertentu yang            sifatnya berkesinambungan dan terikat          oleh suatu rasa identitas bersama.
                  Menurut Gillin, masyarakat adalah kelompok manusia yang besar yang mempunyai      kebiasaan, sikap, tradisi, dan perasaan persatuan yang sama.
                  Unsur Masyarakat
-          Kesatuan sosial adalah bentuk dan susunan dari kesatuan-kesatuan individuyang berinteraksi dalam kehidupan masyarakat yang          meliputi kerumunan, golongan dan kelompok.
-          Pranata sosial adalah himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.
            Adapun ciri –ciri dari masyarakat :
·         Adanya sejumlah orang
·         Tinggal dalam suatu daerah tertentu
·         Mengadakan hubungan satu sama lain yang teratur
·         Membentuk sistem hubungan antar manusia
·         Terikat karena kepentingan yang sama
·         Tujuan bersama dan bekerja sama
·         Adanya perasaan solidaritas
·         Sadar adanya saling ketergantungan
·         Membentuk norma-norma
·         Membentuk kebudayaan bersama

2)      Kebudayaan
            Budhaya > budhi > akal
            Menurut Taylor, budaya adalah keseluruhan kompleks yang didalamnya terkandung    ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan.
            Menurut Koentjaraningrat, budaya adalah seluruh kelakuan dan hasil    kelakuan          manusia yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapat dengan belajar dan           semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.
            Unsur Budaya
a.       Sistem religi
b.      Sistem dan organisasi masyarakat
c.       Sistem pengetahuan
d.      Bahasa
e.       Kesenian
f.       Mata pencaharian
g.      Teknologi dan peralatan

Wujud Budaya
a.       Tata kelakuan
b.      Kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
c.       Benda hasil karya manusia

      Aspek Sosial dan Status Kesehatan
a.       Umur
b.      Jenis kelamin
c.       Pekerjaan
d.      Sosial ekonomi



      Faktor Sosial dan Perilaku Kesehatan
a.       Self concept terhadap perilaku kesehatan
b.      Pengaruh image kelompok terhadap perilaku kesehatan
c.       Pengaruh identifikasi individu kepada kelompok sosialnya terhadap perilaku kesehatan

Aspek Budaya dan Status / Perilaku Kesehatan
a.       Tradisi
b.      Sikap fatalisme
c.       Ethnocentrism > perasaan bangga pada statusnya, normal
d.      Nilai
e.       Unsur budaya yang dipelajari pada tahap awal sosialisasi
f.       Konsekuensi dari inovasi

      Perubahan Sosial Budaya
  1. Perubahan yang terjadi secara lambat dan cepat
  2. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan pengaruhnya besar
  3. Perubahan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan

      Syarat Inovasi
  1. Masyarakat merasa akan kebutuhan perubahan
  2. Perubahan harus dipahami dan dikuasai masyarakat
  3. Perubahan dapat diajarkan
  4. Perubahan dapat memberikan keuntungan di masa yang akan datang
  5. Perubahan tidak merusak prestise pribadi atau kelompok

      Kondisi Dasar Perubahan Individu
  1. Individu harus menyadari adanya kebutuhan untuk berubah
  2. Harus mendapat informasi bagaimana kebutuhan itu dapat dipenuhi
  3. Mengetahui bentuk pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhannya dan biayanya
  4. Tidak mendapat sanksi yang negatif terhadap individu yang menerima inovasi

      Manusia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai makhluk biologis dan makhluk sosial. Sebagai makhluk biologis, makhluk manusia atau “homo sapiens”, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran masing-masing dalam menunjang sistem kehidupan. Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan bagian dari sistem sosial masyarakat secara berkelompok membentuk budaya.
    Ada perbedaan mendasar tentang asal mula manusia, kelompok evolusionis pengikut Darwin menyatakan bahwa manusia berasal dari kera yang berevolusi selama ratusan ribu tahun, berbeda dengan kelompok yang menyanggah teori evolusi melalui teori penciptaan, yang menyatakan bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah.
      Pemahaman tentang hidup dan kehidupan, itu tidak mudah. Makin banyak hal yang Anda lihat tentang gejala adanya hidup dan kehidupan, makin nampak bahwa hidup itu sesuatu yang rumit. Pada individu dengan organisasi yang kompleks, hidup ditandai dengan eksistensi vital, yaitu: dimulai dengan proses metabolisme, kemudian pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan adaptasi internal, sampai berakhirnya segenap proses itu bagi suatu “individu”. Tetapi bagi “individu” lain seperti sel-sel, jaringan, organ-organ, dan sistem organisme yang termasuk dalam alam mikroskopis, batasan hidup adalah tidak jelas atau samar-samar.
      Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yang didukung tidak saja oleh makhluk hidup (biotik), tetapi juga benda mati (abiotik), dan berlangsung dalam dinamikanya seluruh komponen kehidupan itu. Ada perpaduan erat antara yang hidup dengan yang mati dalam kehidupan. Mati adalah bagian dari daur kehidupan yang memungkinkan terciptanya kehidupan itu secara berlanjut.
    Makhluk hidup bersel satu adalah makhluk yang pertama berkembang. Jutaan tahun kemudian kehidupan di laut mulai berkembang. Binatang kerang muncul, lalu ikan kemudian disusul amphibi. Lambat laun binatang daratan berkembang pula muncul reptil, burung dan binatang menyusui. Baru kira-kira 25 juta tahun yang lalu muncul manusia kemudian berkembang berkelompok dalam suku-suku bangsa seperti saat ini, dan hampir di setiap sudut bumi ditempati manusia yang berkembang dengan cepat.
      Lingkungan hidup adalah suatu konsep holistik yang berwujud di bumi ini dalam bentuk, susunan, dan fungsi interaktif antara semua pengada baik yang insani (biotik) maupun yang ragawi (abiotik). Keduanya saling mempengaruhi dan menentukan, baik bentuk dan perwujudan bumi di mana berlangsungnya kehidupan yaitu biosfir maupun bentuk dan perwujudan dari kehidupan itu sendiri, seperti yang disebutkan dalam hipotesa Gaia. Lingkungan hidup yang dimaksud tersebut tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, oleh karena itu yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah lingkungan hidup manusia.
      Lingkungan sosial budaya terbentuk mengikuti keberadaan manusia di muka bumi. Ini berarti bahwa lingkungan sosial budaya sudah ada sejak makhluk manusia atau homo sapiens ini ada atau diciptakan. Lingkungan sosial budaya mengalami perubahan sejalan dengan peningkatan kemampuan adaptasi kultural manusia terhadap lingkungannya.
    Manusia lebih mengandalkan kemampuan adaptasi kulturalnya dibandingkan dengan kemampuan adaptasi biologis (fisiologis maupun morfologis) yang dimilikinya seperti organisme lain dalam melakukan interaksi dengan lingkungan hidup. Karena Lingkungan hidup yang dimaksud tersebut tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, maka yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah lingkungan hidup manusia.
       Rambo menyebutkan ada dua kelompok sistem yang saling berinteraksi dalam lingkungan sosial budaya yaitu sosio sistem dan ekosistem. Sistem sosial tersebut meliputi: teknologi; pola eksploitasi sumber daya; pengetahuan; ideologi; sistem nilai; organisasi sosial; populasi; kesehatan; dan gizi. Sedangkan ekosistem yang dimaksud meliputi tanah, air, udara, iklim, tumbuhan, hewan dan populasi manusia lain. Dan interaksi kedua sistem tersebut melalui proses seleksi dan adaptasi serta pertukaran aliran energi, materi, dan informasi.

   b.   Lingkungan Sosial Budaya
                      Manusia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai makhluk biologis dan makhluk sosial. Sebagai makhluk           biologis, makhluk manusia atau “homo sapiens”, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran masing-masing dalam menunjang sistem kehidupan. Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan bagian dari sistem sosial masyarakat secara berkelompok membentuk budaya.
                       Ada perbedaan mendasar tentang asal mula manusia, kelompok evolusionis pengikut Darwin menyatakan bahwa manusia berasal dari kera yang berevolusi selama ratusan ribu tahun, berbeda dengan kelompok yang menyanggah teori evolusi melalui teori penciptaan, yang menyatakan bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah.
                        Pemahaman tentang hidup dan kehidupan, itu tidak mudah. Makin             banyak hal yang Anda lihat tentang gejala adanya hidup dan kehidupan, makin nampak bahwa hidup itu sesuatu yang rumit. Pada individu dengan organisasi yang kompleks, hidup ditandai dengan eksistensi vital, yaitu: dimulai dengan proses metabolisme, kemudian pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan adaptasi internal, sampai berakhirnya segenap proses itu bagi suatu “individu”. Tetapi bagi “individu” lain seperti sel-sel, jaringan, organ-organ, dan sistem organisme yang termasuk dalam alam mikroskopis, batasan hidup adalah tidak jelas atau samar-samar.
                  Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yang didukungtidak saja oleh makhluk hidup (biotik), tetapi juga benda mati (abiotik), dan berlangsung dalam dinamikanya seluruh komponen kehidupan itu. Ada perpaduan erat antara yang hidup dengan yang mati dalam kehidupan. Mati adalah bagian dari daur kehidupan yang memungkinkan terciptanya kehidupan itu secara berlanjut.
                   Makhluk hidup bersel satu adalah makhluk yang pertama     berkembang.Jutaan tahun kemudian kehidupan di laut mulai berkembang. Binatang kerang muncul, lalu ikan kemudian disusul amphibi. Lambat laun binatang daratan berkembang pula muncul reptil, burung dan binatang menyusui. Baru kira-kira 25 juta tahun yang lalu muncul manusia kemudian berkembang berkelompok dalam suku-suku bangsa seperti saat ini, dan hampir di setiap sudut bumi ditempati manusia yang berkembang dengan cepat.
                                    Lingkungan hidup adalah suatu konsep holistik yang berwujud di   bumi ini dalam bentuk, susunan, dan fungsi interaktif antara semua   pengada baik yang insani (biotik) maupun yang ragawi (abiotik). Keduanya saling mempengaruhi dan menentukan, baik bentuk dan perwujudan bumi di mana berlangsungnya kehidupan yaitu biosfir maupun bentuk dan perwujudan dari kehidupan itu sendiri, seperti yang disebutkan dalam hipotesa Gaia. Lingkungan hidup yang dimaksud tersebut tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, oleh karena itu yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah lingkungan hidup manusia.

      c.   Struktur dan Fungsi Ekologi
            1)   Struktur Ekologi
                                    Manusia sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup secara individu, selalu berkeinginan untuk tinggal bersama dengan individu-individu lainnya. Keinginan hidup bersama ini terutama berhubungan dalam aktivitas hidup pada lingkungannya. Manusia mempunyai kedudukan khusus terhadap lingkungannya dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya, yaitu sebagai khalifah atau pengelola di atas bumi.
                                    Manusia dalam hidup berkelompok ada yang membentuk     masyarakat, dan tidak setiap kelompok dapat disebut masyarakat, karena masyarakat mempunyai syarat-syarat tertentu sebagai ikatan kelompok. Masyarakat dapat diartikan sebagai kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama       berkembang, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat, dan tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan sebagai wadah pendukungnya. Azas-azas dan ciri-ciri kehidupan berkelompok pada mahluk hidup, juga dijalani oleh manusia dalam bermasyarakat.




            2)   Fungsi Ekologi
                                    Kebudayaan dapat diartikan dengan hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Kebudayaan adalah keseluruhan dari kelakuan dan hasil kelakuan manusia, yang teratur oleh tata kelakuan yang harus di dapatnya dengan belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat, dan tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan.
                                    Kebudayaan adalah keseluruhan pola tingkah laku dan pola bertingkah laku, baik secara eksplisit maupun implisit, yang diperoleh dan diturunkan melalui simbol, yang akhirnya mampu membentuk sesuatu yang khas dari kelompok-kelompok manusia, termasuk perwujudannya dalam benda-benda materi.
                                    Kebudayaan mencakup ruang lingkup yang luas, yang wujudnya dapat berupa kebudayaan hasil rasa atau sistem budaya (norma, adat istiadat), hasil cipta (fisik) dan konsep tingkah laku (sistem sosial).
                                    Kebudayaan dimulai sejak adanya mahluk Homo Neanderthal (ras manusia yang sudah punah) kurang lebih 200.000 tahun yang lalu. Makhluk ini diperkirakan sudah mempunyai bahasa, dengan volume otak yang hampir sama dengan manusia. Kemudian muncul makhluk homo sapiens kurang lebih 80.000 tahun yang lalu. Dua unsur yang memungkinkan kebudayaan manusia bisa berevolusi adalah bahasa dan akal.
                                    Perkembangan kebudayaan berkembang sangat lamban dimulai dari adanya mahluk Neanderthal hingga revolusi pertanian (10.000 th. yang lalu), tetapi sejak revolusi industri (abad 18 M), kebudayaan berkembang dengan pesat. Lebih-lebih zaman sekarang (abad 20) yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi; era informasi; peluang ekonomi yang tak terbayangkan sebelumnya; dan reformasi politik yang radikal dan berdampak global. Sehingga ada kecenderungan berbudaya gaya internasional. Perkembangan budaya ini dipengaruhi oleh alam pikiran yang menjadikan tahapan perkembangan dalam budaya mitis, ontologis, dan fungsional.
                                    Begitu banyak unsur-unsur budaya yang ada di dunia ini, namun     ada unsur-unsur kebudayaan yang bersifat universal, yaitu tujuh unsur kebudayaan meliputi: bahasa; sistem pengetahuan; organisasi sosial; sistem peralatan hidup dan teknologi; sistem mata pencaharian hidup; sistem religi; dan kesenian. Ketujuh unsur budaya ini terintegrasi sebagai satu kesatuan yang utuh dalam suatu masyarakat sebagai ciri dari suatu budaya melalui proses penyesuaian, sehingga memungkinkan unsur-unsur tersebut berfungsi secara seimbang. Dalamkehidupan masyarakat yang majemuk, integrasi sosial sebagai usaha untuk menjalin hubungan yang serasi.

Tidak ada komentar:

Pilihan Bahasa


English French German Spain Italian

DutchRussian Portuguese Japanese Korean

Ayat Pilihan

Pengikut